Sabrina mengikuti Dareen ke ruang pemeriksaan. Dulu Thomas menggunakan ruangan itu jika ada yang melanggar aturannya, pelayan memang menyebutnya ruang pemeriksaan karena di sanalah mereka menangani masalah. Dareen duduk di kursi utama, sedangkan Sabrina duduk di sofa. Lelaki bermata biru itu menatap wanita paruh baya yang masih terllihat cantik dengan tatapan tajam. Dareen memang tidak pernah main-main dalam mengatasi masalah, dia lelaki kaku yang tidak bisa meganggap enteng setiap masalah apa lagi yang menyangkut Fransico dan keluarganya. Lelaki blasteran kulit putih dan warga lokal itu terlihat jelas wajah campuran yang membuatnya semakin terlihat menawan, tapi dia lebih terlihat misterius karena dia selalu berwajah datar tanpa senyum. Tatapannya semakin menakutkan dengan alis tebal d

