Dengan mengumpat dalam hati, akhirnya Dareen melajukan mobilnya, dia merasa menjadi sopir pasangan kekasih itu. Dareen terpaksa membiarkan Samuel ikut bersamanya karena dia tidak ingin mengulur waktu lagi, rapat akan segera dimulai dia ingin segera menyelesaikan masalah pembangunan pabrik. Sesekali Dareen melirik jok belang lewat kaca spion, hatinya semakin panas saat dia merasakan Samuel sengaja memanasinya. Dia tahu jika Carla terlihat tidak nyaman dengan perlakuaan Samuel, tapi lelaki itu terus saja menggoda Carla. Brukk! “Tuan Dareen! Apa yang Anda lakukan!” Carla mengusap keningnya yang berbenturan dengan kening Samuel. “Maaf, Nona, ada kucing,” jawab Dareen sambil tersenyum puas. “Sakit?” tanya Samuel sambil mengusap kening Carla yang memerah membentuk bulatan. Carla mengangg

