Tio yang mau menarik pelatuknya berdecak sebal, karena gerakan Ray gesit sekali, berhasil berpindah tempat sebelum jarum detik berlabuh ke pemberhentian sementara selanjutnya. Tio kembali bersembunyi segera, mencari keberadaan Ray yang lagi-lagi hilang dalam radius penglihatannya. Tak butuh waktu lama, sampai suara benturan balok dengan suatu benda yang bukan peluru terdengar, Tio mengamati situasi, berusaha mengendalikan diri untuk tidak segera beranjak dari tempatnya, mungkin saja Ray sedang memancing Tio untuk segera keluar. Tio menutup matanya sejenak, kembali memfokuskan dirinya, dalam hitungan detik, Tio berlari kecil di antara balok-balok, berhenti sejenak, bersander ke balok, melirik ke belakang, kembali berlari. Ray yang menyadari pergerakan Tio ikut berlari, bergumam sebal kare

