"Kau benar tetap mau ke perusahaan hari ini?" tanya Tio khawatir, sudah 2 hari Ray cuti ke perusahaan karena demam berat setelah penerbangannya ke Inggris untuk menghadiri acara sosial politik sebagai bintang tamu, cuaca saat itu sampai membuat ngilu tulang, menggigil, ditambah hujan yang turun tak kira-kira derasnya, jadilah setelah mendarat Ray langsung tepar, kelelahan. Ray mengangguk, menarik jasnya. "Perasaanku tidak enak hari ini, aku harus ke perusahaan," jelas Ray, melangkah ke pintu. "Hei-hei, justru karena perasaanmu tidak enak itu harusnya kau tetap di apartemen saja kan? Bagaimana jika terjadi apa-apa nanti?" panik Tio, mencoba menghentikan Ray. Ray tak mendengar perkataan Tio, tetap keras kepala, keluar apartemen. Tio berdecak sebal, menyusul Ray segera. Setelah mobil mera

