"Saya tak meminta Anda untuk percaya pada saya, Tuan Ray. Anda pun pasti tau, bahwa saya tak akan pernah mau dirugikan dalam hal apa pun, kecuali untuk mendapatkan sesuatu yang lebih, perlu beberapa pengorbanan yang membuat saya merasa rugi, maka saya akan lakukan. Dan sekarang, saya berada dalam kondisi di mana saya harus mempertaruhkan sesuatu, demi harga diri saya sendiri. Mungkin terdengar munafik saat saya berbicara tentang harga diri, tapi yang Anda lihat saat ini, adalah sebuah kebenaran yang nyata Tuan." Ruangan menjadi lengang. Ray berada dalam situasi di mana ia harus menghadapi orang paling munafik sepanjang hidupnya. Ray tersenyum tipis, ia telah melakukan sebuah kesalahan dalam kasus ini. Ray menyadari bahwa ia sudah kalah dari awal saat harus membaca ekspresi seorang wanita

