Bintang Terindah Suara azan fajar membangunkan Zaki. Dia melihat jam dinding yang terletak tepat di hadapannya. Sekali lagi dia ingin mencoba meraih bintang bersama Aisyah. Dia memulai lagi perjalanannya, kali ini persiapannya sudah matang. Dia sudah mengenali medan perjalannya, jadi lebih mudah menggapai bintang terbaik itu. Lenguhan panjang dari Aisyah menandakan bahwa dia pun merasakan hal terindah itu. "Mas, sudah cukup, ya!" katanya saat Zaki kembali mengajaknya meraih kebahagiaan kembali. "Sekali lagi, Sayang. Masih ada waktu sebentar sebelum azan subuh berkumandang." "Mas, Ais capek. Besok lagi, ya?" "Hhm, baiklah. Bagaimana kalau sekarang kita mandi bareng saja?" Aisyah sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk menjawab pertanyaan Zaki. Dia hanya bisa pasrah ketika Zaki membawa
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


