"Gue gak nyangka ternyata yang loe maksud pengusaha muda tampan itu Abang gua" ujar Sherly setelah di ruang VVIP "Loe hebat beby bisa luluhin hati Abang gua yang seperti balok es itu, eh tidak tidak hatinya sudah seperti salju abadi yang ada di gunung jaya Wijaya itu" lanjutnya dengan tawa renyahnya. "Wah... sebeku itu kah hatimu sayang?" gadis itu membalikkan wajahnya untuk bisa menatap Liandra. "Tidak juga" dia masih menatap lekat gadisnya. Dia tak bisa membayangkan jika pernah itu benar-benar terjadi, dia masih belum siap untuk melepas gadisnya. Dulu Liandra pernah jatuh cinta namun tak seindah cintanya pada Zeline. Bersama Zeline dia menemukan keteduhan dan bersama Zeline dia merasakan kenyamanan. Mata mereka masih saling menatap. Tatapan penuh cinta yang dalam. Zeline sangat menyuk

