Pukul enam belas lewat lima belas Zeline terbangun dari tidurnya, membuka matanya perlahan lalu menarik badannya. Dia masih belum ingin beranjak masih ingin rebahan, Zeline membalikkan badannya ke samping betapa terkagetnya Zeline ketika melihat Liandra ada tidur di sebalahnya. "Aaaaaa" Liandra terkaget mendengar teriakan Zeline yang langsung membungkam mulut Zeline dengan tangannya. "Apa kamu ingin Lira dan yang lain mengira aku melakukan hal senonoh padamu sayang" ujar Liandra dengan posisi yang masih menindih Zeline dan melepaskan bungkamannya. "Kau memang melakukannya Liandra" seru Zeline, Liandra mengerutkan kedua alisnya tak mengerti maksud Zeline karna ketika Zeline terlelap tak lama ia juga ikut terlelap. "Apa maksudmu?" tanya Liandra tak mengerti "Kau menindihku" Liandra terk

