Setelah rapat selesai Liandra segera pergi kebandara, dia sudah terlambat, harusnya dua jam sebelum keberangkatan ia sudah harus di bandara namun karna rapat di undur jadi satu jam sebelum keberangkatan Liandra baru mau on the way. Namun lagi langkahnya harus terhenti ketika seseorang memanggilnya. "Tuan Liandra" panggil seseorang itu, Liandra mengumpat kesa sebelum ia membalikkan badannya. "Iya" jawabnya dengan senyum yang dipaksakan. "Sepertinya anda sangat terburu-buru?" tanya seseorang itu "Iya saya sangat terburu-buru, kalau begitu saya permisi dulu nona Laura" pamit Liandra dengan sopan, Liandra segera masuk ke mobil, ia sudah tidak sabar untuk bertemu kekasihnya. Setelah mobil Liandra tak terlihat Laura kembali ke dalam, di lihatnya masih ada Candra dan Damar yang sedang berdis

