Zeline kembali menghubungi Liandra namun ponselnya tak aktif. "Apa kau masih larut dalam pekerjaanmu tuan Liandra?" tanyanya pada diri sendiri, gadis itu kembali meletakkan ponselnya, ia memandangi bingkai foto keluarga yang ia simpan di dalam kamarnya, tangannya maraih bingkai kecil itu. "Ma, Pa, tenang di sisi nya yyaa... Zeline berjanji akan selalu menjadi anak dan adik yang penurut" ucapnya, entah mengapa hari ini hatinya begitu lemah, ia merebahkan badannya sembari memeluk bingkai foto keluarga kecilnya, hatinya sangat merindukan mama papa nya. _Di sana di kamar pengantin Arin baru selesai menggosok gigi dan seperti wanita pada umumnya, ia mengenakan serangkaian kecantikan sebelum tidur, ia menoleh ke arah Damar, pria itu terus memperhatikannya sedari tadi. "Mengapa kau terus memp

