Cinta dan cita, dua hal yang tak bisa memiliki dalam waktu yang bersamaan. Saat aku memiliki cinta, aku harus merelakan citaku. Bukan salah dia bukan juga salahnya Tuhan sudah menggariskan semua untukku. Aku yakin rencana Tuhan jauh lebih indah dari sekedar anganku. Zeline berdiri di balkon kamar apartemen Liandra. Menikmati indahnya kota metropolitan di malam hari. Pikirannya kembali bernostalgia ke kehidupannya yang lalu. Masa yang hanya memikirkan kesenangan dan kenikmatan dunia. Tanpa disadari, bibir indahnya tersenyum miring. Harusnya saat ini ia melanjutkan pendidikannya ke negeri J sesuai keinginan mendiang orangtuanya dan juga impiannya. Namun, takdir berkata lain. Di usianya yang masih sangat muda, ia harus mempertanggungjawabkan dosa yang ia perbuat. Tak jarang rasa sesal masi

