Liandra tak langsung membersihkan badannya, dia masih ingin rebahan di atas kasur empuknya, dia ingin memberi ruang untuk Zeline. Liandra menangkap ada rasa takut di benak Zeline. Liandra mengambil ponselnya lalu mengaktifkannya karena sedari tadi dia sengaja mematikan ponselnya. Liandra menyalakan datanya, ada sepuluh kali lebih panggilan masuk dari Candra dan juga beberapa pesan darinya. Candra begitu mengkhawatirkannya karna tak biasanya Liandra seperti ini, ini kali pertamanya Liandra meninggalkan kantor tanpa memberitahu nya, Candra tak ingin terjadi apa-apa dengan Liandra, karena hanya Liandra yang dia punya saat ini. Om Wijaya dan Tante Wijaya mereka sudah sibuk dengan urusannya masing-masing tak ada yang memperhatikannya. "Thanks Cand, cuma loe yang selalu mengkhawatirkan gue, c

