Liandra duduk dan memperhatikan setiap sudut ruangan, nyaman satu kata itu yang terucap dari bibir Liandra. Di sini merasa nyaman dan hatinya merasa damai. Lima belas menit Liandra menunggu namun Zeline tak kunjung keluar. Liandra bernyanyi untuk mengurangi rasa bosannya. Ku yang selalu menjagamu namun dia yang milikmu, semua tak jadi kenyataan, biar ku tahan sedih ini, ku yang selalu mencintaimu namun dengan dia kau berlabuh, ku mengalah dari egoku asal ku melihatmu bahagia. Mendengar suara tepuk tangan Liandra menoleh ke belakang, Liandra tersenyum malu sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal. "Suara sungguh merdu pak direktur tampan" puji Zeline yang langsung duduk di depan Liandra "Kenapa kau duduk di situ?" tanya Liandra, Zeline mengerutkan kening tak mengerti maksud Liandra "d

