"Sayang, aku harus samperin kak Arin. Kasihan kak Arin" ucap Zeline saat melihat Arin keluar dengan air mata yang berderai. "Jangan" cegah Liandra. "Tapi sayang_" "Kita tidak boleh ikut campur masalah rumahtangga orang sayang. Biar Arin dan Damar selesaikan sendiri masalahnya ya?" kata Liandra yang di balas anggukan lemah Zeline. Zeline kembali duduk, merenungi ucapan suaminya. "Kamu mau balik ke kantor atau langsung pulang?" tanya Liandra. "Pulang" jawab Zeline lirih. "Ya sudah, aku antar kamu pulang habis itu aku balik lagi ke kantor. Masih ada pekerjaan yang belum aku selesaikan" lagi, Zeline hanya mengangguk. Yang ia pikirkan saat ini hanya Arin. Pasti sakit rasanya di bohongi suami dan sahabatnya sendiri. "Apa yang akan kamu lakuin jika kamu berada di posisi kak Damar?" tanya Z

