Episode 48

1328 Kata

Rembulan malam dan bintang-bintang nan indah telah berlalu berganti dengan matahari pagi nan riang di iringi suara kicauan burung nan merdu. Udara pagi ini sungguh begitu indah nan sejuk. Jarang Liandra menghirup udara sesegar ini di ibukota. Namun hatinya tak seindah pagi ini. Ucapan gadisnya semalam masih sangat teriang di kepalanya. Bagaimana bisa gadis itu menyuruhnya untuk meninggalkannya? Rasa kecewa, begitu nyata dia rasa? rasa sesal begitu dalam dia rasa. Kenapa kata-kata kasar itu harus keluar dari mulutnya? Kenapa dia menyakiti hati gadis yang sangat ia cintai? Kenapa dia tak bisa menahan egonya? dan masih banyak kenapa. Liandra, mengacak rambutnya. "Bodoh, g****k, oon" umpatnya pada diri sendiri. "Kenapa gue bisa cemburu sama Damar dan kenapa gue bisa gak tau kalau b******n D

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN