Episode 78

1626 Kata

Damar, hanya bisa menatap lemah adiknya yang kini berbaring tak berdaya. Sekeras apapun Damar berusaha tegar, tapi buliran bening itu, jatuh tanpa permisi. Dadanya serasa sesak. Adik yang di sayanginya, satu-satunya keluarga yang dia punya, terbaring lemah di kasur rumah sakit. Segera Dar menyeka air matanya dengan kasar. Ia tersenyum tampan di depan adiknya. Sudah satu Minggu, Zeline tak sadarkan diri. Damar, terus menatap lekat wajah ayu nan manis adiknya. "Sayang, cepatlah bangun. Jangan terlalu lama tidurnya. Kakak sudah sangat merindukanmu" ucap Damar sembari memegang tangan lemah adiknya. Matanya tak ingin berpaling. Sekuat tenaga, Damar menguatkan hatinya tapi buliran bening itu tanpa malu kembali membasahi pipinya. Damar, tersenyum dalam tangisnya. "Kakak bawa kabar baik buat ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN