"Sayang, makasih ya," ucap Binar sambil mengalungkan tangannya di leher Ben. "Mama dan papa sudah di rumah ini berkat kamu." "Kamu bahagia?" "Banget." "Syukurlah. Tapi, ngomong-ngomong. Kamu terdengar seperti tidak percaya dengan janjiku?" Ben menatap dalam untuk menggoda Binar. "Siapa bilang?" Binar membalas dengan senyuman. "Hanya saja, aku takut semua itu hanya basa-basi saja." "Apa aku terlihat seperti itu?" Binar menggeleng, "Sama sekali tidak. Tapi, ya merasa nggak enak aja. Apalagi, aku sama sekali tidak bekerja, Ben." "Kamu bekerja kok. Dan hasilnya sangat bagus serta memuaskan," puji Ben dalam senyum. "Dasar gombal." "Ha ha ha ha ha, tapi kamu suka?" "Eeemh, gimana ya?" "Pake mikir gitu sih? Nyebelin banget." "Ha ha ha ha ha. Ayo makan siang dulu?!" "Iya, Sayang. Masa

