Setelah selesai dengan buku nikah, Shion mengeluarkan dompet yang berisi kartu Identitas dan beberapa kartu bank. Ia melirik tanggal lahir yang tercetak dalam kartu Identitas.
'Benar-benar sama dengan milikku. Hanya saja yang ini sepuluh tahun lebih muda.' ucap Shion dalam hatinya. Shion tersenyum tak berdaya, takdir memang mempermainkan nya. Kebetulan sekali dia berusia 23 tahun ketika memulai bisnisnya.
Pada saat itu dia tidak punya apa-apa, tetapi sekarang bahkan lebih buruk, Shion harus memulai bisnisnya dengan hutang 50 juta yang menghantui. Shion menghela nafas tertekan, ia membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan mengambil ponselnya. Setelah menekan tombol daya, kamera mengenali wajah dan secara otomatis membuka kunci. Shion melihat 99+ pesan w******p yang belum dibuka. Shion kemudian melihat pesan-pesan itu secara sekilas. Kebanyakan adalah ucapan selamat atas pernikahannya dengan Kazuto.
Shion kemudian berhenti pada salah satu kontak. Noumura Rin. Orang yang memperkenalkan Miyamoto Shion pada Kanigusa Kenma dalam novel. Shion kemudian menekan kontak tersebut. Kemudian ia melihat percakapan yang dilakukan Rin dan Shion sebelumnya.
Ia kemudian melihat bahwa Noumura Rin baru bertukar kontak dengannya sebulan lalu. Kalimat pertama yang Noumura Rin berikan adalah, 'Apakah Ini Miyamoto-san yang bertunangan dengan Hashiba-kun? Perkenalkan aku teman masa kecil Hashiba-kun.'
Tentu saja Miyamoto Shion yang asli pada awalnya waspada, ia menebak-nebak apakah Rin ini saingannya atau bukan. Tetapi Rin dengan pintar berkata bahwa dia sudah punya pacar dan terus meyakinkan Shion bahwa dirinya bukanlah saingan Shion. Akhirnya Miyamoto Shion yang asli menurunkan kewaspadaan nya seiring berjalannya waktu.
Karena Miyamoto Shion hanya tahu sedikit mengenai Hashiba Kazuto, Rin berinisiatif untuk menceritakan Kazuto saat sekolah. Setelah beberapa lama Miyamoto Shion kemudian menganggap Rin sebagai orang yang baik. Keduanya sering pergi berbelanja dan nongkrong bersama. Miyamoto Shion juga berinisiatif untuk menceritakan sikap dingin Hashiba Kazuto.
Rin kemudian memberikan beberapa saran pada Shion seperti membawakan makan siang pada Kazuto yang sedang bekerja, mengambil inisiatif untuk memeluk dan juga mengambil tindakan pencegahan pada sekertaris Kazuto dan sebagainya. Shion dengan polosnya mengikuti semua saran tersebut tanpa rasa curiga sedikitpun. Padahal jelas sekali Kazuto sangat membenci tindakan-tindakan tersebut, hal ini hanya membuat Kazuto menaruh kesan buruk pada Shion.
Shion membolak-balik riwayat obrolan dan sedikit menahan tawanya ketika Miyamoto Shion yang asli mengundang Rin sebagai pengiring pengantin. Daripada menjadi pengiring pengantin Rin jelas-jelas lebih ingin menjadi pengantin wanita.
Saat Shion hendak menutup obrolan antara keduanya, Rin mengirimkan pesan suara. Shion memutar pesan suara tersebut, ia kemudian mendengar suara dengan nada sedih milik Rin, "Shion-tan apa kau marah padaku karena tidak datang ke pernikahanmu? Maaf aku merasa tidak enak badan pagi ini. Tapi sekarang sudah agak mendingan. Aku ingin pergi ke rumahmu dan memberikan hadiah pernikahan yang aku siapkan."
Dahi Shion berkedut mendengar ucapan penuh kebohongan yang dilontarkan Rin. Akting Rin membuat Shion terkagum-kagum hingga ingin memberikan Rin piala oscar sekarang juga.
Shion sendiri tidak percaya dengan pernyataan Rin yang menyebutkan dia adalah teman masa kecil Kazuto. Dari sifat Kazuto, Shion menebak bahwa Kazuto saat kecil kurang lebih adalah bocah emo yang pendiam dan jarang bersosialisasi. Aneh rasanya bagi Shion ketika membayangkan Rin adalah teman masa kecil Kazuto, karena jika memang benar Rin adalah teman masa kecil Kazuto maka Kazuto mungkin sudah menikahi Rin dari dulu.
Shion kemudian merekam pesan suara menggunakan nada Shion Miyamoto asli. "Rin-chan, aku juga ingin kau datang tapi Kazuto-kun melarangku membawa orang luar. Bukankah kau dekat dengannya, bagaimana bisa kau melupakan sifat dia."
Setelah pesan itu dikirim Shion menunggu beberapa saat ternyata tidak ada balasan walau jelas pesan tersebut telah Rin terima. Shion tersenyum sinis, dia tak tertarik pada Kazuto dan tak berencana mempertahankan pernikahan ini namun bukan berarti dia akan membantu Rin yang mencoba memanfaatkan kepolosan Shion yang asli.
Melempar telepon ke samping, Shion berbaring di tempat tidur empuk dan tertidur dengan cepat. Akhirnya ia dibangunkan oleh suara ketukan di pintu: "Nyonya, ini makan malam."
Shion membuka matanya dan melihat lingkungan ruangan yang redup dan asing sejenak. Ketika dia mendengar nama "Nyonya," tu buhnya merinding. Shion bergumam dipikirannya, 'Sangat tidak cocok.'
Setelah mencuci muka dan tangannya, Shion melihat bahwa Kazuto telah duduk di meja menunggu kehadiran Shion. Kazuto memakai kemeja dan celana panjang yang dipakai dengan rapi berbanding terbalik dengan Shion yang memakai pakaian rumahan biasa dengan rambut acak-acakan dan wajah tanpa riasan.
Kazuto tentu saja kaget melihatnya. Setelah bertunangan, setiap kali Shion datang menemuinya, dia selalu memiliki riasan yang sangat indah, dan tas yang dia cocokkan dengan pakaian dan sepatunya tidak pernah terulang, bahkan aroma parfumnya berbeda, yang melelahkan.
Tapi sekarang melihat Shion memasang wajah polos dengan pakaian santai membuat Kazuto merasa sedikit heran. Ia tidak bisa menahan diri untuk tidak berkata, "Miyamoto, bukanlah pakaianmu terlalu santai? Sepertinya kau memasuki peranmu dengan cepat."
"Aku lebih suka memakai pakaian yang nyaman dan kasual di rumah." Shion melirik kerah kemeja Kazuto yang dikancingkan, "Tuan Hashiba sendiri sepertinya sangat suka pakaian yang mencekik leher seperti itu."
Kazuto tanpa sadar menyentuh kerahnya, kalau dipikir-pikir kerahnya memang agak sesak.
Tanpa menunggu balasan Kazuto, Shion kembali berkata, "Jika kau mau bilang bahwa aku tidak bisa berpakaian santai karena ini bukan rumahku, maka aku hanya perlu pindah ke rumahku sendiri dan menunggu 5 tahun berlalu."
"Kamu bisa pulang jika kamu mau!" Kazuto memotong sepotong daging dan memasukkannya ke dalam mulutnya, dan berkata perlahan: "Biarkan ayahmu mengembalikan lima puluh juta dan kamu bisa pergi!"
Melihat Shion terdiam, Kazuto meluangkan waktu untuk mengangkat gelas anggur merah ke Jiang Wanwan dan tersenyum sedikit: "Nyonya Hashiba, selamat pernikahan!"
Shion meliriknya dan berkata dengan datar, "Aku menantikan hari ketika kau memberi tahuku mengenai perceraian."
Kazuto menyesap anggur merah, meletakkan gelas dan memotong steak dengan elegan dengan pisau dan garpu: "Aku menantikan hari itu juga, tetapi sayang sekali Aku harus menunggu sampai lima tahun kemudian."
"Kau tak perlu menunggu selama itu, aku akan memberikan uang itu dalam waktu tiga tahun," ucap Shion, ia kemudian melihat hidangan lezat di atas meja, dia mendorong steak ke samping di depannya, menoleh dan bertanya kepada pembantu di sebelahnya: "Apakah ada nasi? Tolong sajikan semangkuk untukku."
melihat Shion ingin makan nasi, Pembantu itu dengan cepat mengambil kesempatan untuk kembali ke dapur dan segera mengeluarkan mangkuk kecil dengan setengah mangkuk nasi di dalamnya.
Shion menghela nafas dalam-dalam dengan senyum tak berdaya, "Ini mangkuk untuk burung? Terlalu kecil! Tolong gantikan ke mangkuk yang lebih besar."
"Oke... Oke..." Pembantu itu buru-buru mengambil nasi, dan setelah beberapa saat dia membawa semangkuk penuh nasi dan meletakkannya di depan Shion.
Shion mengapit sepotong daging sapi rebus dengan anggur merah, sesuap nasi, sesuap daging, sesuap udang, dan sesuap sayuran. Jika Anda ingin mendapatkan kembalian 50 juta dengan cepat, Anda harus memulai bisnis. Untuk memulai bisnis, Anda harus memiliki tubuh yang baik untuk memikulnya. Untuk memiliki tubuh yang baik, Anda harus makan dengan baik dan berolahraga.
Kazuto melihat nafsu makan Shion yang besar, ia kemudian mencibirnya dan berkata, "Aku ingat terakhir kali aku makan denganmu, nafsu makanmu sangat kecil. Ternyata semua itu hanya pura-pura."
Shion mendengus dan membalas ucapan Kazuto, "Wajah narsismu saat itu membuat nafsu makanmu hilang tapi sekarang aku sudah kenal dengan kenarsisanmu jadi nafsu makanmu kembali." Shion melirik ke kerah Kazuto dan tertawa pelan, "Bukankah tadi kancing di lehermu di ikat, sekarang kau lepaskan, apa kau mencoba mencari peluang untuk merayuku?"
Kazuto yang mendengarnya hanya bisa terdiam kesal tidak mampu membalas kata-kata Shion. Ia menahan amarahnya terhadap ejekkan Shion yang makin lihai menggunakan kata-kata.
Melihat wajah Shion yang sepertinya bahagia melihat Kazuto menahan amarah. Kazuto kemudian memenangkan dirinya. Ia tahu bahwa Shion dengan sengaja membuatnya kesal. Semakin kesal dirinya semakin bahagia Shion, Ia tidak boleh jatuh ke perangkap wanita itu.