“Ini ponselmu, kak,” Maya menyerahkan ponsel berwarna biru itu kepada Andini. “Terima kasih, mama!” “Andini harus ingat ya kata-kata mama, belajar yang rajin dan tingkatkan nilaimu. Mama janji akan membelikan kamu ponsel baru jika nilai semester dua kamu bagus.” “Iya, mama! Pasti!” Andini bangkit berdiri, mengendong tas ranselnya dan memegang kunci sepedanya di tangan kanannya, “Andini berangkat dulu ya!” Hari pertama Andini di semester dua ini membuatnya bersemangat sehingga Andini berangkat ke sekolah lebih awal. Pada pukul enam lewat lima belas menit Andini telah mengayuh sepedanya menuju SMP Harapan Baru. Tentu saja karena berangkat lebih pagi dan jalanan masih sepi, Andini jadi tiba lebih cepat di sekolah. Ketika Andini masuk ke dalam ruang kelasnya, kelas itu masih sepi. Belum a

