Bab 95. Hujan Dan Pelangi

1226 Kata

Kalimat lugas tanpa tendeng aling-aling dari bibir Roger itu seperti menguarkan hawa dingin yang membuat semua yang di ruangan itu membeku. Pria itu kini menatap Davin dengan tatapan yang begitu tajam seolah memperingatkan agar pria itu tidak macam-macam. Julia meliriknya sangat sebal, sejak kapan mereka berdua akan menikah? Seenaknya saja, pikir Julia. "Begitukah?" Davin menyahut santai saja. "Jika benar, aku ucapkan selamat kalau begitu." "Tidak, tidak. Aku dan dia tidak pernah berencana untuk melakukan hal itu. Ck, apa-apaan kau ini?" geram Julia. Meskipun dirinya saat ini belum benar-benar menyukai kedua pria ini, tetap saja tidak ingin suka cara Roger yang mengklaim dirinya seperti itu. "Kalau begitu, mulai sekarang kau adalah calon istriku. Sudah puas?" sergah Roger sekenanya saj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN