Akhirnya...

1416 Kata

Baru berapa hari kepergian si sulung, sang suami sudah memulai kembali pekerjaannya. Sementara aku masih sulit untuk move on dari keadaan saat itu. Harapanku untuk mendapat support dari Pras tidak terjadi. Seakan ia tak peduli dengan kondisi batinku yang telah kehilangan buah hati. Aku pikir mungkin karena si sulung bukan buah hatinya, makanya ia tidak begitu peduli. Padahal dulu Pras sangat sayang dengan anak-anakku, tapi semenjak beberapa tahun terakhir ini ia berubah drastis. Sekarang si bungsu hanya sendirian tanpa ada abangnya yang selalu menemani ia bermain. Tak ada lagi canda tawa mereka, dan ia selalu mencari abangnya. Aku yang hampir tiap hari di tanya oleh putriku bingung harus menjawab apa. Hanya bisa meneteskan air mata, selalu teringat putra kesayanganku. Kembali dengan Pras

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN