Namun seiring waktu ketika kami pertama kali bertemu, ada sesuatu yang lain yang terjadi pada kami. Entah mengapa sejak pertemuan itu, Pras seperti mengejarku. Ada saja alasannya agar bisa bertemu denganku. Aku tidak ada firasat kalau Pras menyukaiku, aku pikir ia hanya ingin berteman. Apalagi aku hanya seorang gadis biasa, tidak juga cantik dan tidak juga terlalu jelek. Rasanya mustahil jika Pras menaruh hati padaku. Namun jauh di sudut hatiku ada sedikit perasaan juga terhadap Pras. Hingga suatu hari, tak ada angin dan hujan, tiba-tiba Pras menghampiriku ketika aku sedang membaca buku di taman kampus. Kami hanya berdua saat itu dan tanpa ku duga Pras mengungkapkan perasaannya padaku. Siang yang begitu terik, terasa seperti ada sebuah petir yang menyambar tubuhku. Aku begitu sangat terke

