“Tiba tiba ada urusan penting Bude, tadi ada telpon … besok pagi harus selesai Bude” kataku sambil menunduk, karena aku ga berani menatap beliau. Alasanku sangat ga masuk akal, signal di kampong amat susah, bagaimana bisa ada telpon?? Ah pikiranku benar-benar blank saat itu karena melihat sosok di depanku. “Hihihihihi … Hihihihihi …” sosok Bude tadi tertawa lepas. Kan tepat dugaanku, dasar Setan! Umpatku. Aku tetap menunduk. Sambil k*****a-baca ayat 4. “Ya Allah lindungi aku …” doa ku dalam hati. Alhamdulillah suara tawa tadi berhenti sesaat. Tapi tidak dengan sosok itu, dia malah melayang mendekat lagi posisinya ke arahku. Sekarang ia malah berada disisiku. Oh my God, apa yang harus ku lakukan, tubuhku seketika bergetar dengan hebat. “Besok pagi aja ya Nduk…” kata sosok Bude sambil meme

