Begitu ku buka pintu, aku tidak menyambutnya dengan antusias. Dia pun hanya diam mematung tanpa menyapa diriku. Ekspresinya sedikit aneh, ia tidak begitu terkejut dengan kehadiranku sebagai istrinya yang sudah ada di rumah tanpa memberi kabar kedatangannya. Aku kembali berlalu ke kamarku tanpa menghiraukan dia. Ku rebahkan kembali badanku ke sisi lain dari arah masuk tadi. Sengaja ku ambil posisi membalik dari Pras jika nanti dia datang. Rasanya enggan melihat wajahnya karena sudah mengetahui cerita dari Mimin. Tiba-tiba aku merasa ada tangan yang melingkar di pinggang memelukku dari belakang. Sepertinya Pras tadi, mungkin dia sudah kangen dengan istrinya pikir ku, sehingga tanpa berganti, langsung memelukku. Namun ada yang aneh, Pras tidak mengeluarkan suara sedikitpun. Dia terus mencumb

