Karma sang Bude

1033 Kata

Dan akhirnya aku pun tiba di depan rumah padeku. Rasanya belum lama aku meninggalkan rumah ini, semenjak Pakde ku meninggal. Tapi kondisi rumah tersebut sangat mengenaskan. Begitu usang, terkesan seperti sangat tidak terawat. Dalam hatiku kemana penghuninya? Bukannya mereka hidupnya dulu nyaman? Semua serba berkecukupan. Perlahan aku memasuki rumah tersebut. Tidak ada suara aktivitas di rumah itu. Hanya suara-suara ayam kampung yang berkeliaran di pekarangan rumah Pakde, menambah kesan kumuhnya rumah tersebut. Dari depan pintu yang sudah terbuka aku mengucap salam “Assalammualaikum…” Tidak ada suara yang menyahut salamku. Beberapa kali aku mengucap salam, tetap tak ada yang menjawab. Akhirnya aku coba memasuki saja rumah itu. Aroma tak sedap mulai menyeruak begitu memasuki rumah tersebu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN