Aku mungkin tidak setabah Nusaibah Binti Ka'ab, wanita tangguh yang kematiannya disaksikan ribuan malaikat. Aku hanya perempuan yang mudah menangis, begitu perasa bahkan saat menghadiri pemakaman kedua anak kembar yang lebih Allah cintai. "Ummi, jangan menangis. Syafiq jadi ikut sedih." Aku menggeleng lalu menghapus jejak-jejak air mata sembari melihat suamiku yang berdo'a dengan begitu khusuknya. Jika saja bayi kembar kami masih hidup hingga sekarang maka tentu saja di rumah kami lebih hangat, namun bukankah kedua bayi kami sudah lebih dahulu menunggu di pintu surga, maka semoga Allah meneguhkan hati kami berdua, mengikhlaskannya serta tetap berprasangka baik kepada Allah. "Syafiq, ini rumah adik Syafiq yang lebih dahulu berjumpa sama Allah. Syafiq berdo'a ya buat mereka, jadi anak baik
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


