.2

1599 Kata

I’m f****d up. Mungkin tak ada ungkapan lain yang lebih tepat untuk Sheena selain itu. Gitar mahalnya patah. Kontraknya sebagai session player di Pub dicabut, dan kini ia dipaksa terbangun dengan kepala pening. Cewek bertato itu mengusap dahinya, bagaimana bisa wajah brewok yang ditemuinya semalam masih saja betah bertamu dalam kepala? Who the f**k is that guy, runtuk Sheena dalam hati. Namun semakin ia berusaha mengingat, semakin terasa berdenyut-denyut ubun-ubunnya. f**k. Sheena menyulut sebatang rokok, membiarkan asap nikotin memenuhi ruangan kecil berukuran 3 x 4 itu. Sinar matahari menyusup dari daun jendela, pertanda Hyang Surya sudah menampakkan wujudnya di langit yang mulai berwarna kebiruan, menghangatkan lorong-lorong lembab yang tersembunyi di balik Kuta yang gegap gempita. Si

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN