Hari yang ditunggu pun tiba, Andrea datang ke markas Keandick dengan suka rela. Wanita itu tidak bisa menunggu terlalu lama lagi, hanya untuk membunuh pria itu. Meskipun banyak sekali anak buah Kendick yang harus lenyap di tangan Andrea. Padahal dia tahu, jika Andrea datang ke markas ini bersama dengan Keano. "Dimana Kendick. Aku ingin bertemu dengannya, dan jangan mempersulitku!!" kata Andrea. "Untuk apa? Menyerahkan dirimu padanya?" "Kau hanya anak buah!! Jangan banyak tanya pada bos!!" cibir Andrea dan membuat orang itu menatap Andrea tajam. Tatapan mata seperti itu mana mungkin membuat Andrea takut. Yang ada dia malah menaikkan satu alisnya, menatap kepergian itu ke suatu ruangan. Di samping Andrea, Keano hanya diam saja. Dia tidak tahu harus berpihak pada siapa. Tapi dia sudah

