"Pembunuhan … bisnis … identitas … " gumam Andrea mengetik dagunya dengan bolpoin. "Aish … kenapa susah sekali!!" gerutunya kesal. Menutup bukunya, wanita itu memilih untuk pergi. Mungkin mencium udara segar tanpa polusi akan membuat pikiran Andrea jernih. Sayang seribu sayang, ketika wanita itu baru saja membuka pintunya. Frans langsung menghampirinya, dia memberikan amplop coklat yang dimana membuat Andrea langsung penasaran. “Ini apa?” katanya. “Tugas baru.” Alis Andrea mengernyit, dia pun langsung membuka amplop itu dan isinya hanya sebuah cek kosong. Wanita itu mengeluarkan ceknya dan menunjuk ke arah Frans. “Katakan!!” titahnya. Frans meminta Andrea untuk datang ke sebuah rumah yang ada di perumahan flamboyan. Rumah itu tidak begitu besar, disana ada satu orang yang harus And

