Pukul 12.30 siang di hari Kamis. Seorang gadis bertubuh tinggi semampai, berambut hitam pendek dengan sorot wajah tajamnya, Zoe Yulistio. Ia menutup berbagai macam buku yang ada di atas mejanya, lalu menaruhnya ke dalam tas punggung ‘fossil’ berwarna magenta kepunyaannya. Ya, kelasnya baru saja selesai hari ini. Ia pun segera melangkah keluar kelas setelah membereskan semua barang bawaannya. Ketika baru saja tiba di pintu, seorang wanita berambut panjang dengan warna ombre hijau, menyambutnya dengan senyuman cerah. “Hi, Dear.” Ia menyapa Zoe sambil merangkulkan tangannya di bahu Zoe. Gadis itu hanya menatapnya sesaat, lalu kembali melanjutkan langkahnya sambil menatap lurus ke depan. Wajahnya tidak menyunggingkan senyum sama sekali. “Hah ...,” Gadis yang menyapa Zoe itu mengeluh. “... j

