SEMALAMAN itu Fania tidak dapat tidur. Semalaman itu pula ia mengurung dirinya di dalam kamar dan duduk melamun di depan meja belajarnya. Dengan sumber penerangan yang hanya berasal dari lampu kecil di meja belajar, ia masih berusaha memahami semua kenyataan yang didengarnya hari ini. Ia masih mengingat penuturan Profesor Juang yang akhirnya bersedia menjelaskan keadaan Bintang di ruangannya. "APA?! PENYAKIT JANTUNG BAWAAN?!" Ternyata apa yang ditakutkan Fania terbukti benar. Walaupun ia sudah menduganya, tetapi tetap saja sangat mengejutkan saat mendengarnya langsung dari Profesor Juang. Berbeda dengan Fania yang tidak dapat menyembunyikan wajah tegangnya, Profesor Juang hanya memasang ekspresi datar. Mungkin karena ia sudah terbiasa bersikap wibawa setiap menyampaikan keadaan para pas

