"Bapak apa kau bilang?" Aurora benar-benar tidak habis fikir saat sang ayah mengatakan jika Aurora harus segera mencarikan mahar untuk lamaran adik perempuannya. Gila! Ini pemerasan terselubung namanya. "Lalu bapak harus cari dimana lagi. Kamu tau sendiri bapak belum dapat uang panenan bulan depan. Kalau uang bapak sudah ada nanti bapak bayar." Enteng sekali bapak bilang! Kalo saja bukan bapak kandung sudah-- "Bapak sering bilang seperti itu tetapi gak ada buktinya!" Pak Sukimin menggebrak meja saat mendengar Aurora menggerutu padanya. "jika kamu tidak sanggup ya sudah! Tidak usah menggerutu." "Maaf pak tapi Rora bener-bener gak bisa ngusahain kalau sebanyak itu. Lagian masih ada ya! Istilah mahar pihak wanita ke prianya. Yang ada pria pak yang harus bayar kewanitanya!" Sebenarnya in

