"kakak!" Angel segera mendorong tubuh Reza agar menjauh darinya sedangkan Reza hanya mendengus kesal. "Kau selalu saja menggangguku!" Reza berjalan melangkah meninggalkan kamar tamu. "Kau bisa bermalam dikamar itu! Aku sudah mempersiapkan semuanya. Jika kau tak suka." Reza menengok kearahnya sesaat. "Kau boleh pergi sekarang juga." Lanjutnya. Dan setelah itu ia kembali berjalan tanpa memperdulikan tatapan kedal Adrian. "Apa kau yakin akan menerima dia sebagai suamimu kelak?" Tanya Andrian kesal. Angel hanya tersenyum mendengar kekesalan sang kakak. "Sudah ayo! Jangan perdulikan dia." . . . . . Tepat keesokan harinya,Angel bingung saat sang nenek menanyakan prihal keberadaan Adrian kepadanya. "Kenapa Angel bingung sayang?" Desak sang nenek. "Apa kak Adrian sudah pulang?" An

