Masih dengan sarung tangan penuh darah,Nathan smit keluar dari ruang operasi,tubuh lelahnya menyender pada dinding rumah sakit. Dia teringat kembali akan anaknya yang telah tiada,pasien yang seusia Jonathan baru saja menghembuskan nafas terahirnya. Nathan kembali terluka. Saat keluarga Husodo tengah mengadakan pesta meriah dikediaman Husodo. Dia--Nathan smits lebih memilih untuk berkutat dengan alat-alat operasi demi menolong nyawa seorang anak yang lebih membutuhkannya. Namun takdir berkata lain,saat dirinya sudah mengerahkan segala kemampuannya,dia--Orlando liem menghembuskan nafas terahirnya. Nathan tercekat,wajahnya memerah dan matanya tak mampu lagi menahan air matanya,sungguh kejadian ini sama seperti dirinya yang tengah menunggu kabar baik dari dalam ruang operasi. "Dokter! Kel

