Rigel melepaskan seatbelt yang melindungi tubuhnya. Setelah itu, ia memiringkan tubuhnya menghadap wajah cantik Binar yang sedang terlelap. Dielusnya puncak kepala sang istri dengan sayang seraya menampilkan senyum yang membingkai indah wajah tampannya. "Sayang ... bangunlah. Kita sudah sampai," ucap Rigel. Elusannya lantas berhenti, berganti dengan menatap lekat kedua manik istrinya yang masih terpejam dengan nyenyaknya. Tubuh Binar menggeliat pelan, kedua netranya berkali-kali mengerjap, dan tak lama kemudian manik coklat mudanya membelalak sempurna saat ia merasa dirinya berada di sebuah tempat asing. Entahlah, ia tak tahu di mana, yang jelas ia merasa terjebak di antara ratusan pohon pinus dan pohon besar lainnya yang menjulang tinggi di sebuah hutan. Binar secepat kilat memalingkan

