Bab 28

2594 Kata

Seperti sholat tarawih, aku boleh saja datang terlambat dalam hidupmu. Tapi aku mau menjadi yang terakhir di hatimu... Syafiq.     Kedua mata hitam milik Syafiq masih saja mengerjab melirik ke arah sampingnya. Wajah perempuan yang akan diperjuangkan untuk masa depannya kelak masih setia menghiasi. Dengan hijab sederhana yang membingkai wajah putih itu semakin Syafiq sulit mengelak kalau Farah memang begitu cantik. Ponsel yang masih berada disamping telinganya tetap setia menemani. Dan ketika suara dari Umi terdengar dari sana, hati Syafiq dibuat seperti teriris oleh tajamnya pisau. Mengapa dirinya harus dihadapkan pada posisi seperti ini. Ketika dirinya sudah begitu yakin, harus ada hambatan yang sangat sulit dia lalui. Tarikan nafas panjang menjadi jawaban kebisuan ini. Farah yang m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN