Bab 31

2748 Kata

Hidup memang tidak pernah selalu indah. Namun percayalah keindahan akan selalu hidup dalam kenangan KITA... Farah   Kedua mata Farah membulat dengan tatapan bingung bercampur kaget setelah mendengar kalimat pertanyaan yang Syafiq lontarkan. Satu demi satu kata itu kembali berputar dalam pikirannya. Bagaimana kalau mereka tidak menikah? Ya Tuhan. Rasanya Farah ingin menjerit saat itu juga. Mengapa Syafiq begitu mudahnya menyerah? Bukannya kemarin baru saja dia mendengar Syafiq akan bertahan untuk berjuang. Apa mungkin dia yang salah dengar? Ataukah memang Farah yang terlalu berharap? “Bang...” katanya terputus begitu saja. Dia bimbang harus memulai dari mana memaki Syafiq. Seorang lelaki yang sejak awal sudah dia yakini, namun entah mengapa ketika memasuki tahap akhir menjadi bimbang s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN