Bab 33

2985 Kata

Hingga detik terakhir dalam hidupku akan tetap mencintaimu... Syafiq.   Shaka terburu-buru masuk ketika hampir kepergok oleh para ayah di depan tadi. Dia langsung mengambil posisi santai disamping Nada yang tengah memakan ketupat lebaran bersama sayur kacang plus semur daging. Wangi sedap dari makanan menggoda selera Shaka hingga perutnya berdendang dengan keras. “Bagi abang dong, dek” “Nggak ah, ambil sendiri sana” tolak Nada. Di peluknya piring makan itu dengan kedua mata fokus ke arah televisi yang menampilkan serial keluarga edisi lebaran. “Nyicip dikit. Nanti kalau enak abang ambil,” bujuknya masih usaha. Tetapi Nada terus menolak bujukan maut ala Shaka. Abangnya sendiri saja jarang dia bolehkan apalagi Shaka yang hanya sepupunya. “Nggak boleh pelit loh. Allah kan nggak suka sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN