Seperti biasa gue duduk di kursi samping ranjang Anna yang lagi tidur buat memandang mukanya yang gue kangenin. Sekarang jam satu malam, cuma jam-jam begini yang gue berani buat liat keadaan Anna secara langsung. Gue pengen banget megang tangan dia, cium muka dia yang masih keliatan pucat, terus meluk dia. Tapi gue nggak tega buat ganggu tidurnya yang damai. Gue cuma bisa duduk manis disini sambil liatin mukanya yang terlelap. Jangan tanya penampilan gue. Gue nggak peduli mau kantung mata gue yang udah kayak panda kek, mau rambut gue rapi apa nggak, gue nggak peduli. Yang terpenting gue jagain Anna. Entah kenapa hari ini mata gue bener-bener berat, bikin kepala dan badan gue berasa mau jatuh ke depan. Ya ampun! Gue lupa beli kopi tadi. Dengan sekuat tenaga gue buka mata biar nggak ketut

