Rio tersenyum dan memberi kode agar Gendis segera masuk ke salam rumah. Baru saja Rio akan menjalankan kembali motor besarnya, tak sengaja ia melihat seseorang di balik semak-semak. Dahinya berkerut. Sepertinya ia juga melihat kilatan cahaya seperti kamera dan suara jepretannya. Mengangguk kecil segera Rio melakukan motornya pergi. Dan benar saja setelah derum motor Rio tidak terdengar seorang berpakaian serba hitam keluar dari balik pohon "Gila tuh orang tatapannya" gumamnya sebelum pergi . . . Di sebuah ruangan mewah. Terlihat dari perabotannya yang bisa menguras kantong. Ada beberapa lukisan terkenal di sana. Bahkan patung mahal juga ada. Ada sebuah meja cukup besar di ruangan tersebut dengan beberapa buku dan berkas yang menumpuk. Ada rak coklat dengan buku yang memenuhinya.

