Alex tersenyum tipis melihat kedua sepupunya bisa tidur nyenyak. Ia terpaksa ikut tidur di kamar sepupunya karena mereka memintanya untuk tidur bersama Alex teringat Pamannya Franz yang ‘membuntuti’ Opa untuk menyetujui entah proyek apa. Dan Opa seperti mengabaikannya. Sedangkan Albert memandangnya dengan tatapan aneh. Alex berlalu dengan acuh, memperhatikan wajah kedua sepupunya yang sangat membutuhkan perhatian dari orang tuanya. Alex harus sangat bersyukur mempunyai Mama juga Kakek saat tumbuh kembangnya. Ia jadi merindukan kehidupannya di Indonesia. Apalagi gadis permen kapasnya, hatinya sakit saat sengaja mengacuhkannya. Pernyataan gila kepada Bapak membuat Alex sedikit tersenyum. Yah meski sedikit gila tapi, ia harus lakukan karena ia yakin banyak yang gampang menyukai gadis ceria

