Hujan deras yang mengguyur sudah mulai reda menyisakan rintik airnya yang bergantian turun. Menyisakan hawa dingin yang menusuk. Suhu ruangan sudah di sesuaikan untuk kenyamanan penghuni rumah. George datang dengan dua cangkir coklat panas, meski ia tahu mereka menginginkan kopi tapi, ia ingin suasana tidak terlalu tegang di antara mereka berdua Harum coklat panas menggelitik hidung Alex. Ia memang sangat menyukai coklat sejak datang kesini. Mengingatkan dirinya akan gadis permen kapasnya Memperhatikan George yang menyuguhkan gelas berisi coklat panas yang masih mengepul oleh asap putih. “Silakan Tuan Muda, untuk menghangatkan diri” ujar George Alex mengangguk kecil Ken memperhatikan putrany ayang mengambil gelas di depannya. Tersenyum kecil. Ternyata ia masih bisa melihat tingkah ke

