33. Kenyataan Yang Pahit

1241 Kata

SUAMI MENOLAK MEMBERIKU NAFKAH BATIN BAG 33. "Kamu ngapain masih disini, Mas? Sekarang kamu pulang, aku gak mau dan gak butuh kamu disini, Mas," ucapku padanya saat dia masih duduk di kursi rumah sakit. Mas Prabu masih setia diluar ruangan privat anakku. Entah apa yang membawanya kesini, atau dia sengaja memata-matai aku disini. "Van, siapa lagi laki-laki yang kau harapkan untuk membantumu, Auriga. Gitu, Iya Van. Dia bukan ayah dari Fauzan. Kau suka atau tidak, tetap akulah ayah kandungnya dan kau tak bisa pisahkan aku dari anakku!" balas Mas Prabu cepat. Aku mendengkus kesal kearahnya, dia sengaja mencari-cari persoalan agar bisa tetap berada di dekatku. "Sadarlah, Mas. Sebentar lagi kita berpisah. Terserah aku mau dekat dengan siapapun. Kalau memang Auriga yang ku harapkan karena se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN