Harvey dan Suaranya

2052 Kata

"Kau ... keren," kata Arthur sesaat setelah kami sampai di markas. "Keren? Apanya?" "Tindakanmu tadi," gumamnya, hampir tidak terdengar bahkan oleh angin. "Arthur, aku tau kau bukan orang jahat. Tapi bisakah kau bicara sedikit lebih keras? Sejujurnya, itu mengganggu buatku," gumamku. Ia menghela napas panjang. "Lupakan saja!" Arthur lalu meninggalkanku pergi. Ia tampaknya menuju kamarnya. Sementara aku memilih duduk di meja makan sambil memilih mau makan apa. Perutku lapar juga setelah sekian lama berada di luar dan memindai memori orang-orang. "Bagaimana? Perjalananmu menyenangkan?" tanya Ruby yang baru saja tiba. "Lumayan. Aku bisa melatih kemampuanku. Juga bisa memberi pelajaran buat orang lain," ucapku. "Pelajaran?" Ruby tampak bingung. Aku mengangguk lalu tersenyum

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN