Dari ujung gerbang sana ia melihat gerombolan Mario dan kawan-kawan tengah berjalan dengan santainya, Agatha berkacak pinggang sembari menatapnya penuh garang. Bukan karena mereka telat, tapi seragam mereka yang terlihat tidak pada tempatnya. Maksudnya, baju yang tidak di masukan ke dalam celana, dasi dibuat sebagai bahan mainan dan sabuk yang telah pergi entah kemana. "Maneh kenapa lagi Ta? Kita gak telat lagi nih," ujar Oji dengan bangganya. "Sini kalian!" sentak Agatha. Mario senyum-senyum gak jelas, ia menghampiri Agatha duluan di susul oleh Oji dan Reza yang teelihat malas-malasan. "Pagi, pacar." Mario tersenyum lebar, sembari menyugar rambutnya yang udah hampir menyentuh telinganya. "Pacar, pacar. Masukin tuh baju!" Agatha menunjuk seragam Mario yang sangat acak-acakan. "Lo berdu

