Mario menghentikan langkahnya di koridor yang sudah sepi. Kemudian ia membalikan badannya hingga benar-benar menatap Agatha. "Yo ... lo gak papa?" tanya Agatha hati-hati, melihat luka di sudut bibir dan sekitar tulang pipinya Agatha rasa Mario 'kenapa-napa'. Mario menghela napasnya, kemudian menyandarkan punggungnya pada pilar yang ada disana. "Lo kesel kan gue berantem lagi?" tanya Mario sembari mendongakan kepalanya. Agatha menggelengkan kepalanya kuat-kuat, masalahnya bukan disitu sekarang, "Gue obatin, mau?" Mario menoleh, "Gue gak kenapa-napa, luka kayak gini gak akan lama." "Ntar infeksi," ucap Agatha. Mario tak menjawab, ia memasukan sebelah tangannya pada saku celananya, "Gue gak suka dia ikut campur masalah gue," ucap Mario penuh dengan tatapan kebencian. "Ngatur ini itu se

