Malamnya, Agatha terus kepikiran sama chat yang masuk ke kontak Mario. Pikirannya jadi berkelana kemana-mana, membayangkan banyak kemungkinan yang terjadi. Tidak salah kalau Mario dicintai banyak orang. Yang salah itu kalau Mario menjadikannya pacar sedangkan cowok itu punya hubungan juga diluaran sana. Agatha menghela napas beratnya, matanya terpaku pada langit-langit kamarnya dengan sebelah tangan memeluk boneka raksasanya. Drrtt ... drrtt ... Agatha menoleh ke samping tubuhnya, melihat handphone yang keberadaannya tak jauh dari dirinya, iapun langsung saja mengambilnya. Mario Sayang Malaikat di sisi kananya bilang "AYO BALES TA!", Tapi iblis di sisi kirinya bilang "BALES AUTO DI CAP GAMPANGAN!" Agatha berdecak kesal. Namun pada akhirnya jemarinya bergerak dengan lihai di atas key

