Agatha menghentakan kakinya dengan kesal, 15 menit telah berlalu, tapi Mario tak jua menampakan batang hidungnya. Sungguh Agatha sangat penasaran dengan apa yang telah terjadi. Ia harus tahu dengan jelas, bukan dari desas-desus orang lain. "Maaf Yang Gue telat," ucap Mario sembari mengatur napasnya dan menyugar rambutnya yang berkeringat. Agatha menyilangkan kedua tangannya didepan d**a, menatap Mario dengan tatapan kesal. "Jelasin," titahnya. "Apanya?" tanya Mario sembari nyengir lebar. Agatha sekali lagi menghentakan kakinya. "n*****a itu punya lo?" tanya Agatha lagi. Mario diam sejenak, menatap Agatha dengan tatapan yang sulit diartikan. Lambat laun kepalanya mengangguk. Agatha mendengus tak percaya. "Bohong." Mario menunduk dan membungkam mulutnya. "Lo bohongkan Yo?" tanya Agat

