"Telat mulu kerjaan lo," ketus Agatha pada Mario yang tengah mengekor dibelakang tubuhnya sembari memasukan seragamnya ke dalam celananya, tentunya setelah mendapat ceramah panjang lebar dari Agatha. Mario cengengesan. "Besok-besok gue gak akan kasih kelonggaran lagi, gak akan bukain gerbang lagi." Tukas Agatha sembari melipat kedua tangannya didepan d**a. "Iya iya," sahut Mario asal. "Terus ngapain masih ngikutin gue?!" "Masa gak boleh?" "Ya enggaklah! Sana ke kelas lo." "Nggak ada guru, lagi rapat." "Yaudah kemana kek, asal jangan deket gue." "Kenapa emangnya, Yang?" tanya Mario yang sudah ada di sampingnya. "Pake tanya lagi." "Marah-marah mulu, kan gue jadi makin suka." Agatha berdecak, kemudian menggelengkan kepalanya tak habis fikir. "Otak lo terbuat dari apa sih?" "Nggak

