Bab. 7 - Banyak Pikiran

1545 Kata

Cinta yang tulus pada dasarnya tidak akan memandang masa lalu seseorang. Sebab, ia mengerti bahwa semua orang berhak memiliki kesempatan Untuk memperbaiki apa yang pernah jadi kesalahannya *** Siang itu, di kantor suasana sedang lumayan sepi. Sebagian besar para karyawan tengah makan siang. Hanya beberapa yang memilih tetap tinggal karena pekerjaan masih menanti. Sambil sesekali mereka mengunyah roti yang bisa dimakan sebagai pengganjal rasa lapar. Termasuk Ranum. Gadis itu terpekur sesaat, menatap layar komputer dengan perasaan tak tenang. Sejak pagi, pikirannya menjadi kurang fokus. Padahal, sore ini juga semua data yang diminta Arya harus diselesaikan. Berulang kali ia harus mengulang hitungan di tabel exel. Rumusnya benar, tapi angka-angka yang ia masukan yang sering keliru. Meski

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN